Langsung ke konten utama

Postingan

Reinkarnasi; First Fight

Tahun kemarin 2013, waktu masih semester 2 di kampus ada lomba Pekan Raya Mahasiswa. Di sana ada banyak banget lomba yang ditawarkan. Ada kaligrafi, cerpen, puisi, dan masih banyak lagi yang lain. Berhubung suka nulis cerita, waktu itu aku ikutan lomba cerpen. Sebenarnya si ya buat iseng-iseng aja gitu. Lebih ke pengen ngerti aja, sebenarnya gimana si penilaian orang ke karya yang aku bikin. Gak berharap menang juga, karena baru kali itu nulis, dan sebenarnya sebelum ikut Pekan Raya Mahasiswa ada satu tulisan cerpen yang ketampung di majalah, jadi masih minim pengalaman. : ) Berharap ingin menjadi yang baik meskipun bukan yang terbaik, jadi waktu itu juga jungkir balik nyari bahan cerpen. Sampai kira-kira ada 3 atau 4 cerita diganti. Sampai suatu kali aku baca di buku note yang waktu itu dikasih oleh bagian perpustakaan kampus saat acara pengenalan perpustakaan. Di buku note itu ada quote dari Henry Ward Beecher, yang kemudian menjadikan ilham bagi aku untuk menulis cerita dari k...

Let's Write!

let's write! Bikin cerita itu punya kehidupan tersendiri di hidup aku. Bagi penikmat sastra Indonesia kaya' aku gini atau temen-temen semua, rasanya kurang lengkap kalau gak nyoba bikin cerita atau karya sendiri. Karena kita dilahirkan bukan hanya jadi orang yang konsumtif saja, tapi juga produktif. Gak asik donk hidup ini kalau hanya jadi penikmat sastra dan gak nyoba bikin karya sendiri. : ) Awal bikin cerita atau tulisan apapun pasti sulit di awal. Kesulitan kita itu rata-rata sama, yaitu mau dimulai dari mana dan dengan kata apa. Ide si sudah ada, cuman yang mau mengawali tulisan saja yang sulit. Solusinya si satu. Paksa. Paksa aja otak kita buat mikir. Percuma donk punya otak tapi gak dibikin mikir keras. Hahaha. Lama-lama nanti cerita yang kita bikin akan mengalir dan akhirnya selesai juga. Sama dengan aku waktu itu. Kalau gak dipaksa buat nulis, mungkin gak akan ada aku di blog ini. Gak akan ada cerita yang nongol di majalah. Gak akan ada cerita yang aku ikutkan...

Antara Move On N Setia

Dilahirkan sebagai orang orang yang susah move on , bikin jiwa ini jadi orang yang setia. Berhubung jomblo, susah move on   ini aku rasakan dengan barang-barang yang aku miliki. #lagaknya....haha   Contohnya aja SIM card . Dari dulu pertama megang handphone , SIM card yang aku pakai adalah Xl (sori sebut merk). Jadi XL itu serasa cinta pertama versi SIM card . Habis itu setelah berapa bulan make XL, dan ngerasa bosan, pindahlah ke SIM card yang lain. Dan semua SIM card pernah aku coba. Tapi tiap kali pindah pasti kepikiran sama Xl. Contoh ni, putus dari XL pindah ke telkom***, ntar gak lama lagi pindah ke XL. Habis itu putus lagi pindah ke indo***, ntar gak lama lagi pindah ke XL.  Gitu aja seterusnya. Dan akhirnya insaflah aku, karena yang kaya’ gitu itu bakal nyusahin orang lain. Orang bakal banyak yang bingung, soalnya no kita gant i-ganti mulu. Dan sampai sekarang, berarti ada 3 atau 4 tahunan gitu, masih setia sama no dan sim card yang sama. XL. X...

Aku, Kamu dan Braina

Tulisan ini sebagai awal pembuka usiaku yang ke-22. Ku persembahkan tulisan ini bagi kalian yang suka baca, suka nulis, suka mikir, suka imajinasi, suka ide2 gila dan briliant, dan bagi kalian yang percaya akan kekuatan mimpi dan kemampuan diri kalian. Semoga bermanfaat... Ketika aku melihat deretan huruf dalam keyboard selalu ada kata-kata yang menari dalam otak memintaku untuk dibebaskan dan ditempatkan ke tempat mereka yang baru. Katanya, “Aku bosan! Aku ingin keluar dari tempurung kepalamu! Aku ingin pindah rumah!”   “ What ? Rumah baru?” tanyaku kaget. “Iya, aku ingin ke halaman word yang di komputer itu.” Hanya terdiam. “Ayo, buruan!” katanya mengagetkanku lagi. “Iya iya. Ini lagi proses ngurusin kepindahan kalian. Sabar ya. Manusia kalau pindah rumah juga gak gampang. Ribet juga tahu. Apalagi kalian. Kalian itu susah di awal. Tapi nanti, kalau udah ada yang keluar beberapa, kalian pada minta pindah rumah semua. Sampai kosong ini kepala.”

Tuhan Tahu, Tapi Menunggu

“ Apa yang kamu inginkan, mintalah kepada Tuhan. Karena dia Sang Maha Memiliki dan Sang Maha Memberi. Modalnya hanya percaya. Itu saja. Jika kamu sudah percaya, maka yakinlah, bahwa suatu saat   nanti apa yang kamu minta akan terpenuhi .” #my_quote_of_the_day Sejauh kita melangkah dalam hidup kita, pasti tak luput dari keinginan. Ya. Itu pasti. Keinginan yang kita miliki bisa bermacam-macam. Ada yang luar biasa, sedang, atau hal yang paling sepele sekalipun. Yakin aja, asal itu positif, pasti suatu saat nanti akan terkabul. Ingat gak ada kalimat Tuhan yang berbunyi, “Aku menurut prasangka hambaKu.” Jadi, jika kita yakin kalau hal itu terjadi maka Tuhanpun akan memberi. Tapi, jika kita udah pesimis, ya udah mo diapain lagi, orang kitanya udah gak yakin duluan. Salah-salah, hati kita selalu was-was karena resah dan gundah gulana. Inti dari paragraf ini be optimist friends. Cara Tuhan ngasih keinginan atau permintaan memang dari jalan yang tidak kita sangka-s...

Sisi Lain "I Not Stupid Too"

Pernah nonton   film produksi Singapore yang judulnya “I Not Stupid Too” ? ( kalau belum ya tontonlah , heheheee). Film ini seolah menyiratkan bahwa pada dasarnya sebagai orangtua harusnya sadar kalau mendidik , memahami, dan menyayangi   anak itu sangatlah penting. Tidak hanya sekedar memberikan uang kepada anak, masalah sudah selesai. Anak itu manusia, butuh kasih sayang dan pengertian. Tapi, kali ini kita tidak akan membahas atau mengupas tuntas atau bedah film “I Not Stupid Too”. Karena aku kira sudah banyak orang yang membahas isi film ini. Termasuk tentang psikologi anak, cerita singkat film, bagaimana isi dari film dikaitkan dengan dunia nyata, dan tentunya refleksi dari film itu sendiri. Sekarang, ayo kita bahas sisi lain dari film ini, yang kadang   luput dari perhatian kita.

Antara Junk Food, Nasi dan Air Teh

#aBSUrD _ThiNG Aku pernah baca gitu ya di beberapa media online kalau kita ngonsumsi junk food , itu sama aja kaya’ ngonsumsi narkoba dari jenis kokain dan heroin bahkan ada yang mengatakan seperti ngonsumsi kokain. Tanya kenapa? Soalnya itu bisa bikin ketagihan dan kecanduan fren. Jadi kalo ngonsumsi junk food, kalian berasa pengen makan lagi, lagi, dan lagi. Lama-lama aku jadi curiga. Jangan-jangan kalau kita makan nasi itu sama aja kaya’ ngonsumsi ekstasi. Soalnya bikin ketagihan mulu fren. Sehari aja bisa 3 kali dan itu kita makan tiap hari.  Terus jangan-jangan juga, kalau kita   minum teh, itu sama aja kaya’ minum oplosan. iya oplosan, oplosan antara gula, air anget ama teh celup. Hahahaha.