Langsung ke konten utama

Postingan

TOKOH #1

AJIP ROSIDI: DARI ANGKLUNG KE SAMURAI Tak banyak dari kita yang tahu atau bahkan mengenal sosok yang satu ini. Dialah Ajip Rosidi, seorang yang sangat berjasa dalam bidang sastra Indonesia yang lahir pada 31 Januari 1938 di Jatiwangi Majalengka, Jawa Barat. Banyak penyebutan untuk dirinya, mulai dari sastrawan, penulis, budayawan, dosen, pendiri dan redaktur beberapa penerbit. Ajip Rosidi mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Jatiwangi (1950), lalu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953), dan terakhir Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956). Meski tidak tamat sekolah menengah, namun dia dipercaya sebagai dosen di perguruan tinggi Indonesia, dan Jepang. Awal karier menjadi penulis adalah pada umur 12 tahun, saat masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Rakyat, tulisan Ajip, begitu sapaan akrabnya, telah dimuat dalam ruang anak-anak di harian Indonesia Raya. Pada tahun 1952, karya sastranya dimuat dalam majalah-majalah terkemuka pada waktu itu se...

MASIH ADA JALAN

“ Argh …..!!! “  Aku mengerang kesakitan. Tidak tahu ini asalnya dari mana. Yang jelas saat ini aku butuh obat penenang untuk menenangkan jiwaku. Aku kesakitan, dingin rasanya, pandanganku kabur tak jelas. Ini sungguh menyakitkan. Ku dengar samar - samar suara orang mengetuk pintu kamarku.  ‘ Tok tok tok ‘  “ Iwan, kamu kenapa nak ? “ Aku mendengar suara itu, sepertinya  suara ibuku. Tapi aku tak mampu menjawab. Aku hanya menjawab dengan erangan. “ Argh …..!!!” Aku tidak ingin ibuku tahu soal ini. Tapi di balik pintu kamarku ibu malah mengetuk pintu lebih keras. Seperti khawatir dengan keadaanku.  “ Iwan !Iwan! Kamu kenapa nak ?!”  Tanya ibuku lagi. Tapi aku tak menggubrisnya.

THE BIOGRAPHY

Biografi Walter Elias Disney - Pendiri Walt Disney   Kehidupan Walt Disney dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang kaya. Barang siapa ingin suskes, harus bekerja berat, pantang menyerah, dan lebih mengikuti kegandrungan. Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya, Flora Call, adalah wanita Jerman, sedangkan ayahnya, Elias Disney, seorang keturunan Irlandia Kanada. Namun ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walt Disney gagasan bekerja sendiri terutama karena ia telah mendengar bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan bila musim sibuk berlalu. Ia gembira dengan prospek itu karena dua hal. Pertama, ia ingin berdiri sendiri, dan kedua, ia sangat ingin melakukan sesuatu yang baru dan orisinil, tidak hanya memenuhi keinginan bos dan para pelanggan. Disney, bersama dengan seorang teman, Ube Iwerks, mendirikan agen seni periklanannya yang pertama. Pelanggannya yang pertama adalah suatu rangkaian restoran. D...

Sejarah Polytron, Sebuah Industri Elektronik Terbesar Di Indonesia

Ini diambil waktu aku lagi browsing di internet. Iseng2 nyari sejarah polytron ( salah satu merk elktronik favorit aku, hehhe ). Ternyata dia salah satu produk dalam negeri yang berkelas. Tak disangka.... ternyata produk dalam negeri. Ini adalah artikel selengkapnya... Sejarah  Polytron  dimulai pada tanggal 16 Mei 1975, saat pemilik pabrik rokok PT Djarum Kudus mendirikan perusahaan dengan nama PT Indonesia Electronic dan Engineering dengan penyertaan modal sebesar Rp. 50 juta untuk memproduksi barang elektronika. Sebagai industri rokok yang berekspansi ke industri elektronika, sejak awal pemilik perusahaan tidak mau melibatkan pihak maupun modal asing. Sejak berdiri perusahaan ini tidak memiliki prinsipal sehingga tidak harus membayar royalti pada setiap produk yang dihasilkan. Tahun 1977, perusahaan merekrut 14 perempuan lulusan SMEA dan SMA untuk dilatih menyolder dalam usaha merakit komponen menjadi rangkain produk elektronika. Didatangkanlah komponen-k...

SERI ANAK KECIl

Tujuan dan Keberanian S uatu hari ada seorang anak kecil. Dia berjalan dari rumahnya menuju rumah temennya. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan di rumah temennya. Apakah dia akan main saja, belajar, atau hanya sekedar   tanya apakah ada PR untuk esok hari. Tidak jelas apa yang akan dia lakukan. Di sepanjang perjalanan dia terus bertanya dalam hati “Apa yang akan aku lakukan di rumah temenku ? “   Tapi dia belum menemukan jawaban yang pasti. S ampailah dia di depan rumah temennya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia ingin mengetuk pintu, tapi dia bingung mau menjawab apa kalau ditanya nanti . Akhirnya dia putuskan untuk   menunggu di depan pintu tanpa mengetuk pintu rumah. Dia seperti menunggu harapan kosong. Dia terus bertanya apakah tuan rumah akan membukakan pintu untuknya sementara dia tidak mengetuk pintu. Dia menunggu begitu lama. Sampai lelah dia menunggu. Kemudian ada seorang tetangga temennya yang kebetulan lewat dan bertanya padanya . “ Kamu l...

3 PER

Tulisan ini aku buat waktu akan perpisahan dengan teman-teman  waktu SMA. begini kurang lebih : Di sini aku akan bercerita tentang sebuah pertemuan, pertemanan, dan perpisahan. 'Brothers' pernah berkata pada kami , " Di sini kita pernah bertemu , mencari warna seindah pelangi. " Lalu hari demi hari kita lalui, sehingga 'Acha dan Irwansyah' pun mampir, dan.... " Ku ukir nama kita semua, di sini surga kita." Tak ayal pun dilewati dalam pertemanan ini, tak mulus seperti kata 'Elcoustik' , "Pertengkaran kecil kemarin, agar jadi lembaran hikmah ." Tapi kata 'Peter-pan' , 'Waktu terasa semakin berlalu, tinggalkan cerita tentang kita." Dan tak ingin seperti 'St12' karena, "Inilah saat terakhirku melihat kamu, jatuh air mataku, menangis pilu, hanya mampu ucapkan selamat tinggal kawan." Tapi 'Project-pop' mengutkan dan memberi pesan pada kami, "Jika tua nanti kita kan hidup masing...

Tulisan Pertama

Aku adalah orang yang hobi baca. Hobi ini bermula waktu kecil banyak majalah anak-anak di rumah. Jadi daripada dianggurin, mending dibaca. Ya gak..... Hehehe. Didukung pula waktu SD perpustakaannya banyak banget buku cerita, jadi mendukung banget buat hobiku yang satu ini. Tiap istirahat aku ma temen-temen biasanya ke perpustakan kecil sekolah. Lumayan lah....buat nglancarin baca. Sampai gedhe sekarang memebaca adalah kegitan yang menyenangkan bagiku. Mungkin bahgi temen-temen juga. Aku yakin saat ini temen-temen pasti sedang baca. (baca blogku maksudnya.... :-) ). Waktu aku SMA, kepala sokalahku pernah bilang , "Kalian jangan hanya bisa baca dong.... Coba nulis sesuatu. KAlau kalian cuma baca, kapan kalian mau berkarya ?" Kalimat itu seakan menyetrumku. Listrik kale ya nyetrum. Ada benarnya juga sie... KAlau baca terus kapan mau punya karya ? Tak semudah membaca memang. Menulis ternyata lebih sulit (menurutku). Mau mulai dengan kata apa, tentang apa, dan segala sesuatu yan...