Langsung ke konten utama

Postingan

3 PER

Tulisan ini aku buat waktu akan perpisahan dengan teman-teman  waktu SMA. begini kurang lebih : Di sini aku akan bercerita tentang sebuah pertemuan, pertemanan, dan perpisahan. 'Brothers' pernah berkata pada kami , " Di sini kita pernah bertemu , mencari warna seindah pelangi. " Lalu hari demi hari kita lalui, sehingga 'Acha dan Irwansyah' pun mampir, dan.... " Ku ukir nama kita semua, di sini surga kita." Tak ayal pun dilewati dalam pertemanan ini, tak mulus seperti kata 'Elcoustik' , "Pertengkaran kecil kemarin, agar jadi lembaran hikmah ." Tapi kata 'Peter-pan' , 'Waktu terasa semakin berlalu, tinggalkan cerita tentang kita." Dan tak ingin seperti 'St12' karena, "Inilah saat terakhirku melihat kamu, jatuh air mataku, menangis pilu, hanya mampu ucapkan selamat tinggal kawan." Tapi 'Project-pop' mengutkan dan memberi pesan pada kami, "Jika tua nanti kita kan hidup masing...

Tulisan Pertama

Aku adalah orang yang hobi baca. Hobi ini bermula waktu kecil banyak majalah anak-anak di rumah. Jadi daripada dianggurin, mending dibaca. Ya gak..... Hehehe. Didukung pula waktu SD perpustakaannya banyak banget buku cerita, jadi mendukung banget buat hobiku yang satu ini. Tiap istirahat aku ma temen-temen biasanya ke perpustakan kecil sekolah. Lumayan lah....buat nglancarin baca. Sampai gedhe sekarang memebaca adalah kegitan yang menyenangkan bagiku. Mungkin bahgi temen-temen juga. Aku yakin saat ini temen-temen pasti sedang baca. (baca blogku maksudnya.... :-) ). Waktu aku SMA, kepala sokalahku pernah bilang , "Kalian jangan hanya bisa baca dong.... Coba nulis sesuatu. KAlau kalian cuma baca, kapan kalian mau berkarya ?" Kalimat itu seakan menyetrumku. Listrik kale ya nyetrum. Ada benarnya juga sie... KAlau baca terus kapan mau punya karya ? Tak semudah membaca memang. Menulis ternyata lebih sulit (menurutku). Mau mulai dengan kata apa, tentang apa, dan segala sesuatu yan...

Bangkit

Ada satu asa yang ingin ku gapai Ada satu mimpi yang ingin ku raih Ku rajut dan ku gantung seindah dan setinggi langit Melewati jalanan terjal penuh batu karang Semua tlah dilakukan Tapi,siapakah aku ? Daya dan kuasa hanya milik-Nya Aku tak punya apa-apa Yang ku punya hanya sebongkah semangat Tak dapat ku raih Tak apa Masih ada kehidupan yang lebih baik Menangis Itu wajar Bangkit Hal yang tepat Tersenyum saat pahit Itu mulia